Toleransi Mayoritas

| July 27, 2015 | 2 Comments


toleransi mayoritasMentari sudah tinggi. Hari makin panas. Walau tak ingin menambah panas, mari kita simak #ToleransiMayoritas | #CharacterBuilding

1. Ada satu respon dari kultwit ‘Makna Pembakaran Masjid’. Saya diminta membacanya. Ya di situ digambarkan seleret pembakaran gereja

2. Ya itu fakta. Pembakaran rumah ibadah oleh masyarakat. Namun ini adalah reaksi. Yang namanya aksi, biasanya dipicu oleh sesuatu

3. Apa pemicunya? Kita koreksi masing-masing lah. Kultwit ini hendak urun rembug, untuk tempatkan duduk soal. Semoga bisa jadi renungan

4. Yang musti kita ma’rufi, tegaslah untuk bedakan antara masyarakat dan pemimpin. Masyarakat itu kerumunan, sedang tokoh agama itu barisan

5. Keributan di masyarakat biasanya respons. Ada pemantik. Sifatnya sporadis dan cuma sesaat. Hingga mudah dipadamkan | #ToleransiMayoritas

6. Sedang kebijakan tokoh agama, apalagi dengan surat resmi, pasti dilatari kepentingan. Kebijakan tertulis, itu struktural

7. Seolah resmi bahwa tanah Papua adalah wilayah agama tertentu. Hingga yang tak sama agamanya tak punya ruang. Atau numpang lah

8. Kembali kultwit ini mengingatkan. Kita semua musti belajar pada kaum muslim. Betapa tolerannya muslim Indonesia pada yang berbeda agama

9. Toleransi ini ‘terutama’ buah kebijakan para pemimpin muslim yg berpikir sehat. Mengapa terutama? #ToleransiMayoritas #CharacterBuilding

10. Sebab ini negeri katanya demokrasi. Dalam demokrasi, kekuatan terletak pada suara rakyat. Mayoritas rakyat Indonesia beragama apa?

11. Dalam menyusun kabinet, pemenang pemilu boleh lakukan apa saja. Sebagai mayoritas, mustinya warga muslim boleh berbuat apapun

12. Nyatanya mayoritas muslim Indonesia tak mentang-mentang. Tak gunakan hak mayoritas demokrasi. Tak keluarkan edaran yang semena-mena

13. Mengapa? Sebab ajaran Islam tak izinkan ada pemaksaan. Apalagi dalam beragama. Siapa yang sujud terpaksa, pasti dapat adzab-Nya

14. Allah SWT pencipta mahluk. Yg ikhlas sujud saja belum tentu diterima. Yg terpaksa sujud karena iming2 sembako, bgmana Allah bisa terima

15. Tiada paksaan dalam Islam. Sebagian besar umat Islam tahu. Paksa orang sujud pasti jadi soal. Baik bagi dirinya maupun yg dipaksa sujud

16. Yang memaksa sujud pasti ditanya di Yaumil Hisab. Yang terpaksa sujud pun tak lepas dari pertanyaan itu | #ToleransiMayoritas

17. Maka andai seluruh dunia semua Islam, apa lantas Allah jadi lebih gagah perkasa? Subhanallah, Allah tak punya kekurangan apapun

18. Allah tak perlu bantuan manusia, tak perlu dukungan semua mahluk, dan Allah tak perlu apa-apa dari ciptaan-Nya | #ToleransiMayoritas

19. Ingat. Allah SWT sendirian ciptakan alam semesta dan isinya. Termasuk kita sebagai mahluk-Nya. Jadi tepatkah berdakwah dengan memaksa?

20. Allah menyukai hamba yang taubat sambil cucurkan air mata. Maka tak diterima sujud hamba yang terpaksa karena sembako atau sebab dunia

21. Inilah yang menyadarkan sebagian besar umat Islam. NKRI ini dibangun oleh founding fathers. Dimana? Di atas bumi ciptaan Allah

22. Maka NKRI adalah milik warga Indonesia. Apapun agamanya tetap punya hak yang sama, punya kewajiban yg sama pula | #ToleransiMayoritas

23. Meski mayoritas, toh umat Islam tak berlaku semena-mena pada minoritas. Apalagi keluarkan surat yang menyulitkan apalagi usir minoritas

24. Lihat toleransi umat Islam. Di depan Masjid Negara Istiqlal, terdapat Gereja Katedral. Toleransi mayoritas tak hanya sampai di situ

25. Di TMII dan di Buperta Cibubur, di samping masjid juga dibangun gedung ibadah lain. Luas tanah dan luas bangunan kurang lebih sama

26. Padahal coba bandingkan jumlah penduduk muslim dan yang bukan? Adilkah. Secara fisik jelas tidak. Itulah tolerasi umat Islam …

27. Dalam hati lapang, penduduk minoritas pun diterima sama haknya dengan yang mayoritas. Betapa indahnya Islam | #ToleransiMayoritas

28. Namun dalam hati yang sempit, diberi keluasaan pun jangan-jangan masih terasa kurang | #ToleransiMayoritas #CharacterBuilding

29. Lihat Aceh. Di dekat Masjid Raya Baiturrahman, berdiri juga gedung gereja dengan megahnya. Padahal Aceh berlakukan syariat

30. Namun syariat itu hanya berlaku bagi warga muslim. Tak ada Perda Aceh yang menyulitkan bahkan mengusir yang tak beragama Islam

31. Simak ini semua adalah kebijakan. Hasil dari pemikiran sehat tokoh Islam. Baik di MUI, tokoh setempat, maupun yang jadi pejabat negeri

32. Saat ada amuk massa, pasti berlaku bukan hanya di kalangan muslim. Terbukti pembakaran masjid juga terjadi. Terlebih di luar Indonesia

33. Sementara Rohingnya dan Bosnia, bisakah itu dibilang kebijakan? Bosnia jelas-jelas genocide. ‘Pemusnahan muslim Bosnia oleh Serbia’

34. Genocide itu dan pengusiran Rohingnya itu amuk massa atau kebijakan? Semoga jadi renungan bagi kita semua. Kita lanjut esok ya

Tags:

Category: Edukasi

About the Author ()

Comments (2)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. Tarmizi nur masdar says:

    Om admin, alangkah lebih baiknya kalo di web ini di sediakan link untuk di share di FB, WA, Twitter dll. Jadi kita juga bisa membagikan tulisan pak erie sudewo ini ke media sosial yang lainnya. Salam #characterbuilding

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *