Suami Kita

| April 28, 2015 | 1 Comment


suami kitaMentari pagi menyapa lembut, buyarkan hati yang masih diliputi rasa takut. Ayo sambut dengan gembira | #SuamiKita#CharacterBuilding

1. Karyawan itu dipegang patuhnya. Manajer dipegang targetnya. Pemimpin dipegang tanggung jawabnya |#SuamiKita #CharacterBuilding

2. Wanita dipegang kelembutan dan kasih sayangnya. Sedang lelaki dipegang kata-katanya dan tanggung jawabnya |#SuamiKita #CharacterBuilding

3. Suami bukan hanya ibarat, karena dia memang pemimpin. Maka yang dipegang dari suami adalah kata-kata dan tanggung jawabnya | #SuamiKita

4. Bersyukurlah yang punya suami bertanggung jawab, punya penghasilan, punya kasih sayang dan mampu pimpin keluarga | #SuamiKita

5. Bersyukurlah punya suami yang lebih banyak bekerja daripada bicara. Sebab cinta dan kasih sayang itu bukan pd kata-kaya. Lihat sikapnya

6. Sudah kodrat lelaki untuk tak banyak bicara. Banyak bicara, dia lelaki tapi keperempuan-perempuanan. Bisa bayangkan suami yang cerewet

7. Sujud syukurlah andai suami kita shaleh bin taqwa. Lalu jangan pernah berhenti bersyukur dia cukupkan nafkah dengan halal/thayib

8. Lalu nikmat apalagi yang hendak didustakan? Sebab suami kita juga siapkan rumah, kendaraan, dan pendidikan anak-anak hingga selesai

9. Isteri tak stres karena tak bayar sewa rumah. Tak stres anak-anak selesai kuliah. Juga tak stres karena kebutuhan sehari-hari terpenuhi

10. Andai seperti ini, maka yang terbaik lihatlah kebaikan-kebaikan suami. Dengan lihat kebaikannya, suami tetangga lebih hebat tak berlaku

11. Bersyukur pulalah punya suami yang Shubuhan ke masjid. Itu tanda dia ingin terus perbaiki diri. Shubuh itu punya misteri | #SuamiKita

12. Dari suami yang berupaya Shubuhan ke masjid, kita jadi tahu mana suami tetangga anyg betul-betul didik keluarganya untuk sujud berjamaah

13. Banyak suami yang bisa penuhi materi keluarga. Tetapi amat sedikit suami yang bisa Shubuhan ke masjid | #SuamiKita#CharacterBuilding

14. Andai suami hanya enggan ke masjid, semoga doa isteri dan anak luluhkan hatinya. Bukan hanya sujud di rumah, tapi juga Shubuh di masjid

15. Bagaimana dengan suami yang kelam silamnya? Jika dia mau taubat, beri kesempatan. Beri maaf. Dan biarkan dia bertaubat dalam heningnya

16. Toh bukankah ustadz sering berkata: “Lebih baik pensiun dari bajingan”. Taubat, menyesal dan tak ulangi kekeliruan, itu yang Allah sukai

17. Namun celaka! Suami yang jadikan kita isteri, bapak anak-anak kita, ternyata tak mau sujud. Sujudnya cuma sebelum dan di awal nikah

18. Apa yang harus dilakukan? Sebagai isteri, pasrah dan tawakal. Doa pada Allah untuk limpahkan hidayah hingga gerakkan hati suami sujud

19. Hati-hati dengan upaya kita. Sebab apa yang kita lakukan, bisa kontra produktif. Ingat hidayah dan gerakkan hati itu prerogratif Allah

20. Suami bukan tak tahu sujud. Dia cuma tak mau sujud. Bukan dia tak sanggup. Sujud itu amat ringan. Hanya sekali lagi: “Dia tak mau”

21. Maka jangan keras, jangan sindir-sindir dan hindari marah pada suami. Jika dilakukan, itu bisa jadi penambah kadar enggan sujudnya

22. Akhlak yang baik seperti air. Kelembutan tetesannya akan kalahkan sekeras apapun batu. Semoga Allah SWT limpahkan hidayah | #SuamiKita

23. Lantas gapai anak-anak dengan lembut pula. Akhlak ibu akan antar anak-anak jadi baik. Ibu jadi garda terakhir baik tidaknya keluarga

24. Yang celaka secelakanya adalah sudah suami tak kerja, tak sujud, dan dzalim pula. Apalagi yang cari nafkah pun ternyata isteri

25. Saat suami tak sujud, keluarga di lampu merah. Tujuan berkeluarga jadi keaau. Anak-anak punya contoh dan dalih untuk tak sujud

26. Boleh saja isteri yang shalehah binti taqwani. Saat suami berseberangan, isteri akan kesulitan didik anak. Solusinya? Tetaplah bersiasah

27. Jika KDRT, pilihan tinggal di isteri. KDRT itu membahayakan. Bertahan, isteri bisa celaka. Tak bertahan Islam pun beri solusi

28. Jika soalnya sepele, betul perceraian itu tak disukai Allah. Tapi bila bahayakan keselamatan, bukankah berjauhan juga jadi lebih baik

29. Dengan berpisah, semoga jadi baik semua. Isteri bisa tata diri untuk sujud. Suami juga jadi tersadar, tanpa isteri, suami tak berkutik

30. Jika tak KDRT, kesabaran isteri masyaa Allah. Sudah urus rumah, anak dan cari nafkah, ternyata suami masih dzalim |#SuamiKita

31. Semoga Allah ridho pada isteri-isteri perkasa ini. Banyak isteri terkoyak hatinya sepanjang pernikahan. Bagaimana itu, kita kupas esok

Tags:

Category: Edukasi

About the Author ()

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. jaka says:

    subhanallah jadi malu saya.
    boleh minta email antum,ada yg perlu kami tanyakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *