Pertemanan

| January 16, 2015 | 0 Comments


pertemananTetap konsisten seperti mentari. Tak peduli cuaca dan suasana, dia tetap muncul dari Timur. Pagi ini bahas #Pertemanan | #CharacterBuilding

1. Cari teman mudah. Bina sahabat susah. Ikatan perkawanan amat longgar. Ikatan persahabatan lebih kuat | #Pertemanan | #CharacterBuilding

2. Ikatan kawan hanya luaran saja. Mudah dibina, semudah itu pula pupusnya. Seperti cendawan di musim hujan | #Pertemanan #CharacterBuilding

3. Seperti gemar bersepeda, jadilah Bike to Work. Gemar moge, jadilah Hell Angels. Cuma sama namanya, jadilah “komunitas Joko”. Sederhana

4. Ikatan persahabatan ada dalam diri. Lebih jiwani sifatnya. Bahkan ada yang ditoreh persaudaraannya dengan cap jempol darah | #Pertemanan

5. Tapi tanpa agama, rapuh. Bersahabat karena Allah SWT, amat kuat ikatannya. Sempurna. Karena dijalin akidah | #Pertemanan

6. Bukan berkawan karena kepentingan dunia dan kepentingan pribadi. Sahabat karena iman, takwa dan akhlak, dibawa sampai mati | #Pertemanan

7. Ada beberapa sebab terjadinya persaudaraan. Ke-1 bersifat fisik. Bisa karena sama-sama mudik, satu daerah, atau bisa juga kesamaan nama

8. Ke-2 karena sepemikiran ideologi. Misal dalam ekonomi/politik. Ini berbahaya. Karena mencegah persatuan esensial. Bangsa bisa terbelah

9. Sama-sama muslim tapi beda kelompok. Dengan kelompok yang beda keyakinan akur. Dengan kelompok sesama berbasiskan Islam malah tak akur

10. Ke-3 persaudaraan karena keyakinan/iman. Hanya ini yang bisa satukan umat. Firman Allah SWT: “Hanya Aku yang bisa satukan hati2 mereka”

11. Sepanjang penyatuan tak dilandasi iman, persatuan tak akan pernah terwujud. Meski diteriaki sekeras-kerasnya ke penjuru dunia

12. Saat diikat iman, persatuan tak perlu harus ada dalam satu tubuh, partai, kongsi dsb. Boleh dimana pun. Asal iman tetap jadi komando

13. Penyatuan atas dasar ideologi tetap rentan. Saat sang ideolog wafat, pengikut guncang. Penggagas menyeberang, pengikut berang

14. Ada beberapa problem berkait perkawanan di bawah ini. ke-1 perkawanan model politisi. Ini pertemanan paling tak langgeng

15. Dasar #Pertemanan politisi adalah kepentingan. Kepentingan dicapai pun, teman bisa ditinggal. Apalagi berbeda kepentingan, sontak putus

16. Kekerabatan politisi memang unik. Awalnya teman jadi lawan. Tadinya lawan jadi kawan. Mudah cari teman. Mudah pula putusnya

 17. Ke-2 pertemanan sesama ulama dan cerdik cendekia. Sebagian mereka, ternyata juga sulit berkawan. Jumpa hanya di majelis resmi

18. Padahal mereka pewaris para Nabi. Orang rindu berjumpa Rasulullah SAW. Tapi mengapa tak semua rindu pada ulama? #Pertemanan

19. Ke-3 pertemanan di majelis pengajaran. Nah majelis pengajian apapun hari ini, meriah dan ramai dihadiri. Berseragam indah dan menarik

20. Bergema kata-kata Islami. Tapi ketika bisik-bisik di antara hadirin, ternyata jauh dari cita-cita Islami. #Pertemanan tampak rapuh

21. Yang dibicarakan tetap saja mode dan warna pakaian. Kerudung terkini. Juga arisan. Mengunjungi panti yatim, mungkin setahun sekali

22. Dalam pergaulan sehari-hari di luar pengajian, kata-kata Islami tak lagi bergema. Bicara tentang apa saja tapi tak sentuh Islamnya

23. Bertahun-tahun ikut pengajian, cuma perangai juga tak berubah paten. Majelis pengajian jadi rutin. Sekadar menyambung #Pertemanan

24. Pengajian tak berbekas di diri mereka. Karena itu sulit sadarkan masyarakat. Seharusnya mereka bisa artikulasikan materi pengajian itu

25. Ke-4 #Pertemanan aktivis dakwah. Sebagian aktif dakwah hanya ketika punya jabatan. Lepas jabatan, dakwah seolah bukan lagi tugasnya

26. Dakwah sesungguhnya tugas tiada akhir. Maka jangan jadikan dakwah itu bagian dari profesi. Tapi jadikan sebagai tugas hidup

27. Dengan tempatkan dakwah sebagai tugas, maka tiap muslim punya kewajiban berdakwah. Rasulullah SAW: “Sampaikan meski cuma satu ayat”

28. Dakwah juga tak harus di forum resmi, semacam forum tabligh akbar atau saat khatib naik mimbar | #Pertemanan | #CharacterBuilding

29. Tahukah rahasia dakwah? Benahi dulu diri sendiri. Sebelum ke orang lain, mulai dulu dari diri sendiri. Ibdah bi nafsi |

30. Jangan sampai kita bawa obor, tapi tak dipakai di malam hari. Atau obor itu hanya dipakai untuk menerangi jalan orang lain | #Pertemanan

31. Maksudnya? Jangan sampai ilmu diajarkan untuk orang lain, tapi tak dipakai untuk diri sendiri. Ayo renungkan! #Pertemanan

32. Nah satu guru satu ilmu, wajib saling menasihati. Coba simak kata-kata bijak berikut | #Pertemanan | #CharacterBuilding

33. Orang bodoh, sukar diberi tahu. Orang pandai, sulit diajari. Atasan sulit dipimpin. Dan tokoh agama, jangan-jangan sulit dinasihati

34. Mohon maaf. Saatnya untuk saling koreksi diri. Jika ada kata-kata kultwit ini yang menyakitkan, mohon dibukakan pintu maaf lebar-lebar

35. Ingin dipuji, rekrut penjilat. Ingin tingkatkan diri, bergaullah dengan orang pandai. Ingin perbaiki diri, cari orang yang terus terang

36. Ingin berkarakter, curigai diri sendiri. Hati-hati dengan nafsu karena ia mandulkan karakter. Nafsu baik, kawan. Nafsu buruk, lawan

37. Happy Friday. Ini hari istimewa. Jangan terlambat datang ke masjid, sampaikan sedekah terbaik. Sampai jumpa esok, tabiiiik

Tags:

Category: Karakter

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *