Makna Pembakaran Masjid

| July 27, 2015 | 0 Comments


makna pembakaran masjidSenin pertama setelah Ied Fitr. Belum usai shilaturrahim, ada ujian besar : #MaknaPembakaranMasjid di Tolikara | #CharacterBuilding

1. Mengembangkan dakwah dengan ilmu dan strategi. Tapi praktekkan dakwah dengan karakter (perilaku baik) | #MaknaPembakaranMasjid

2. Menuntut dan mengembangkan syariah dengan ilmu. Namun praktekkan syariah dengan akhlak | #MaknaPembakaranMasjid #CharacterBuilding

3. Itulah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Meski dimaki, dilempari batu dan kotoran di Thaif, beliau tetap saja tersenyum

4. Bahkan uswah kita, Rasulullah SAW pun menolak permintaan Jibril untuk mengubur kota Thaif dengan bukit-bukit di sekitarnya

5. Alih-alih marah, Rasulullah SAW malah katakan 2 hal. Ke-1 mereka tak tahu. Ke-2 jika mereka menolak, semoga anak cucu kelak bisa menerima

6. Apa yang dikatakan Rasulullah SAW adalah bagian dari strategi. Tetapi strategi terbaik dan jangka panjang adalah akhlakul kariimah

7. Akhlak itu membuat tim jadi solid. Dengan akhlak pula, lawan manapun jadi tergetar, kagum, dan pasti segan | #MaknaPembakaranMasjid

8. Pernahkah anda mendengar ada panglima perang mengunjungi panglima perang lawannya ketika sedang sakit? #MaknaPembakaranMasjid

9. Itulah Salahuddin al Ayubi. Dengan menyamar dia kunjungi Richard The Lion Heart, panglima perang Salib, yang tergolek sakit di tendanya

10. Yg dilakukan Salahuddin dan tentu saja Rasulullah SAW, adalah Akhlakul karimah, terpuji. Islam itu agung. Tak bisa syiar tanpa akhlak

11. Ingat Islam itu ajaran Allah SWT. Dia yg ciptakan dan karenanya Dia ridho Islam jadi agama. Maka tak satu mahluk pun bisa padamkan Islam

12. Sudah sejak Nabi Muhammad SAW lahir hingga kini, berapa banyak manusia dan bangsa-bangsa yang memerangi Islam | #MaknaPembakaranMasjid

13. Pertanyaan : apakah Islam kemudian jadi pudar? Meski difitnah, disakiti dan disikat seperti apapun, tak ada yg berhasil hancurkan Islam

14. Alih-alih musnah, ternyata fenomena masuk Islam di dunia Barat tak lagi terhitung. Allah buktikan janjinya seperti di Surah An-Nasr

15. Kini di belahan dunia manapun, kalangan muallaf terus bertambah. Seolah tiada hari tanpa orang yang mengucap kalimat syahadatain

16. Begitulah jadinya. Praktekkan ilmu dan syariah dengan akhlak, jadilah akhlakul karimah. Tapi praktekkan tanpa akhlak, jadilah bencana

17. Jika betul speaker jadi penyebab dibakarnya musholla/masjid, kita yang muslim musti koreksi diri. Krasak kresek speaker mengganggu

18. Mustilah peka. Tak semua tetangga masjid/musholla itu muslim. Di samping banyak anak-anak balita, orang tua dan orang yang sakit

19. Tapi katanya speaker di musholla yang terbakar sudah mati. Bahkan di sana beredar selebaran yang melarang umat Islam lakukan kegiatan

20. Termasuk shalat Ied Fitri. Jika benar, ini keterlaluan. Umat Islam yang mayoritas, berikan keluasan bagi agama lain beribadah

21. Mengapa kini yang minoritas, cuma mayoritas di beberapa tempat, menuntut hak yang berlebih-lebihan. Ini ‘keserakahan beragama’

22. Saudara kita yang minoritas di Indonesia mustinya berterimakasih. Sebab hak mereka tak beda, tak dikurangi oleh umat Islam yg mayoritas

23. Di Indonesia, kaum minoritas membuat partai sendiri pun diberi ruang. Coba simak, apa ada partai berbasis Islam di belahan dunia Barat?

24. Maka yang minoritas tak perlu belajar pada rekannya di negeri lain. Sebab di beberapa negara lain, muslim minoritas cenderung didzalimi

25. Nah bagi saudara kita yg mayoritas tak perlu terpancing. Buktikan selama ini muslim yg mayoritas itu tidak semena-mena pd yg minoritas

26. Ingat Islam itu indah. Menjamin hak tiap manusia mau beragama apapun. Islam tak punya tradisi paksa kehendak | #MaknaPembakaranMasjid

27. Mustinya harmoni ini juga berlaku bagi daerah lain. Dalam jalankan kepercayaan, yg minoritas tak perlu paksa kehendak pd yg mayoritas

28. Amat tak bijaksana ada daerah, ada pula sekolah umum, yang hingga kini masih melarang jilbab bagi muslimah | #MaknaPembakaranMasjid

29. Lihat di Aceh. Kendati menuntut daerah khusus syariah, tapi itu hanya berlaku bagi pemeluk Islam. Tak berlaku bagi yang non muslim

30. Jilbab contohnya. Wajib bagi muslimah. Tetapi bagi yang non-muslim, mereka boleh tak gunakan jilbab. Itu adalah hak | #CharacterBuilding

31. Katanya kita penganut demokrasi yang termasuk hebat di dunia. Jika betul hebat, yang hebat mayoritas atau minoritas? #CharacterBuilding

32. Arti hebat itu apa? Yg minoritas leluasa jalankan ibadah sesuai dg kepercayaannya. Berarti toleransi mayoritas umat Islam itu terbukti

33. Maka para tokoh agama perlu duduk bersama. Bukan berbasa basi. Api dalam sekam di masyarakat masih membara | #MaknaPembakaranMasjid

34. Yang mayoritas musti merawat yang minoritas. Yang minoritas juga musti mengakui toleransi mayoritas. Jangan mau menang sendiri

35. Jika memang ingin harmoni, saatnya para tokoh agama duduk akui kekurangan masing-masing. Jangan bersandiwara seolah tak terjadi apa-apa

36. Di lapangan tak usah memaksakan agama pada yang sudah beragama. Tak usah pula mengusir yang agamanya minoritas | #MaknaPembakaranMasjid

37. Ingat belum pernah ada kebijakan daerah yang mayoritas muslim mengusir atau mengeluarkan surat edaran yang menyulitkan kaum minoritas

Tags:

Category: Edukasi

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *