Ketidakadilan

| January 17, 2015 | 0 Comments


ketidakadilanMentari mulai meninggi di penghujung pekan. Topik kali ini : #Ketidakadilan | #CharacterBuilding

1. Satu masalah akut di Indonesia adalah tumbangnya keadilan. Jika negeri ini bisa adil, masalah Indonesia mungkin tak sekisruh ini

2. Keadilan di Indonesia ditegakkan dgn tak adil. Saat orang besar terusik keadilannya, soal jadi heboh. Saat berkait dg jelata, adem ayem

3. Ibarat pengusaha. Saat rugi, teriaknya ke seluruh dunia. Saat untung, diam seribu bahasa | #Ketidakadilan | #CharacterBuilding

4. Ketika yang melapor punya hubungan dekat, segera bertindak. Begitu terbukti bersalah, langsung dihukum. Keadilan ditegak-tegakkan

5. Saat yg melapor tak punya hubungan, tindak lanjut macet. Begitu lamanya hingga persoalan pun bisa-bisa ditelan bumi. Keadilan pun menguap

6. Ketika yg dilaporkan bersalah adalah org yg tak disukai, rival atau lawan, segera ditanggapi dengan aksi cepat tanggap | #Ketidakadilan

7. “Puncuk dicinta ulam tiba”, tim buser dikerahkan. Bukti dihimpun. Lebih cepat lebih baik. Tak ada penundaan. Keadilan ditegak-tegakkan

8. Namun ketika yang dilaporkan bersalah masih punya hubungan keluarga, sobat kental, atau orang kesayangan, maka keadilan kembali tumpul

9. Cilakanya setting malah bisa berbalik. Bisa-bisa pelapor dilaporkan balik dengan dalih pencemaran nama baik. Tata kelola pengadilan rusak

10. Saat pelapor menyiapkan imbalan, keadilan makin rusak. Yang salah jadi benar. Yang benar jadi salah | #Ketidakadilan #CharacterBuilding

11. Makin besar imbalan, makin remuk keadilan. Makin kecil imbalan, juga makin remuk keadilan. Lho maksudnya? | #Ketidakadilan

12. Terjadi drama paling menakjubkan di pengadilan. Terjadi saling kuat-kuatan beri imbalan. Yang terbesar, dia pemenangnya | #Ketidakadilan

13. Yang untung siapa? Seolah jaksa, hakim dan pengacara. Yang buntung? Semua. Ybs, petugas, peradilan, bangsa dan negara | #Ketidakadilan

14. Jika peradilan bisa diperjual-belikan, petugas pengadilan pun jadi bahan olok-olok | #Ketidakadilan | #CharacterBuilding

15. Tahu olok-olok singkatan HAKIM? Hubungi Aku Kalau Ingin Menang | #RahasiaUmum | #Ketidakadilan | #CharacterBuilding

16. Paham olok-olok singkatan JAKSA? Jika Akan Kalah, Sisipkan Amplop | #RahasiaUmum | #Ketidakadilan | #CharacterBuilding

17. Olok-olok singkatan PENGACARA lain lagi. PENGAtur CAra-cara RAhasia | Rahasia apa? Semua orang tahu #RahasiaUmum | #Ketidakadilan

18. Seharusnya HUKUM di Indonesia menerapkan kaidah Harus Utamakan Keadilan Untuk Masyarakat | #Ketidakadilan | #CharacterBuilding

19. Sayangnya, panduan penegakan hukum berupa KUHAP diplesetkan menjadi Kasih Uang HAbis Perkara | #Ketidakadilan | #CharacterBuilding

20. Buya Hamka dengan tepat mengatakan: “Kemunduran negara tidak akan terjadi jika tidak karena kemunduran budi dan kekusutan jiwa”

21. Syahdan seorang koruptor terengah-engah ke sana-sini cari perlindungan dari kejaran massa. Ke manapun seolah tak aman | #Ketidakadilan

22. Ke kantor kades/camat/bupati, tak aman. Ke tempat ibadah, tak aman. Sembunyi di desa terpencil, suatu saat terdeteksi juga

23. Namun begitu lihat gedung pengadilan, segera masuk. Sambil bersyukur dia berujar: “Ini tempat yang paling aman” | #Ketidakadilan

24. Keadilan di republik kita tengah mencapai titik Nadir. Hati-hati bagi yg terindikasi teroris, mudah sekali diciduk atau di dor di tempat

25. Terduga teroris dianggap lebih berbahaya dibanding koruptor kakap, penjual asset bangsa, atau penerima dana BLBI | #Ketidakadilan

26. Dampak teroris skalanya tetangga atau desa. Perlakuannya amat tak manusiawi. Sedang koruptor kakap, dapatt ruang VVIP di bui

27. Penerima dana BLBI, sebagian kini malah jadi warga terhormat. Padahal mereka rugikan negara ratusan bahkan ribuan triliun rupiah

28. Jangankan negara, skala dusun pun tak bisa digulingkan teroris model Melayu kita. Tapi ulah koruptor dan penerima BLBI, negara bangkrut

29. Tapi untunglah itu yg namanya @jayteroris. Sampai hari ini dia ke sana-sini, petantang petenteng, aman-aman saja. Gila beneeer!

30. Yang baru lulus sarjana, hati-hati jika langsung ikut partai. Sebab adakah partai yg ideologinya tetap pentingkan bangsa drpd partainya?

31. Kader partai di kita, agaknya lahirkan 2 model. Ke-1 kader tulen. Cirinya lebih loyal ke partai daripada ke bangsanya | #Ketidakadilan

32. Ke-2 kader loyang. Cirinya cuma loyal pada dirinya. Lahir politisi kutu loncat. Pindah bukan karena ideologis, tapi karena jatah kurang

33. Dua kader di atas, sama-sama tak punya patriotisme dan tak loyal pada bangsa. Jangan-jangan juga tak bisa nyanyikan lagu Indonesia Raya

34. Sikap kader begini jelas tak adil. Tempatkan bangsa di bawah kakinya. Cilakanya politisi yg model begini koq tak habis-habis juga ya?

35. Entah apakah partai-partai kita hari ini lahirkan politisi yang negarawan? Saya amat merindukan adanya negarawan. Bagaimana dengan anda?

36. Di samping jangan langsung terjun ke partai, sarjana yg baru lulus, sebaiknya juga jangan langsung jadi motivator – inspirator

37. Bekerjalah dulu tempa hidup. Setidaknya 5 tahun, buat pahami pahit getirnya hidup. Setelah itu baru urus masyarakat. Ini adil

38. Sebab tugas partai kan urus bangsa.Tugas motivator juga urus orang lain. Lha jika belum bisa urus dirinya, masa bisa urus orang lain?

39. Paksa diri bisa. Tapi ya itu dia. Yang kader muda partai, merasa telah urus negara. Yang motivator muda, comot sana sini pendapat orang

40. Nah kalau Om @sudjiwotedjo tahu, bisa disempot sampeyan. Hati-hati aaah! Begitu ya Om Tejo? | #Ketidakadilan | #CharacterBuilding

41. Selamat berakhir pekan. Saatnya merenung untuk perbaikan pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa. Tabiiiiik | #Ketidakadilan

 

Tags:

Category: Karakter

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *