Benarkah Merdeka

| August 22, 2015 | 0 Comments


benarkah merdekaSambut mentari di hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70. Betulkah kita sudah #Merdeka? #CharacterBuilding

1. Sebelum merdeka, pendiri republik ini bercita-cita merdeka. Terbayang indahnya rakyat hidup nyaman di tanah sendiri. Merdeka!

2. Setelah merdeka tahun 1945, ternyata cuma lepas dari bedil dan bayonet. Serta dari intimidasi dan penjara hasil keserakahan bangsa asing

3. Saat merdeka bangsa ini belajar bernegara. Miskin tapi kaya SDA. Hidup sama-sama sederhana. Punya semangat bangun negeri. Bersama

4. Ekonomi stagnan, tapi Indonesia bisa bangun gelora senayan. Proyek menggetarkan yang saat itu mustahil dibangun di Asia Tenggara lainnya

5. Gelora Senayan, proyek raksasa yang tampaknya tanpa krorupsi. Jadi kebanggaan hingga hari ini. Yang sekarang kita tak lagi sanggup bangun

6. Saat itu era perang dingin. Intrik dan infiltrasi pecah belah bangsa. Kita bersuara, jadi salah satu pemimpin Gerakan Non Blok

7. Poros Jakarta Peking dilansir. Makin meradangkan geo-politik. Siasah tingkat tinggi ditopang kekuatan adi daya. Hentikan Soekarno!

8. Sebelum Orla tutup, diharap Orba bisa redakan politik. Setelah Orla ambruk 1965, stabilitas politik dan SARA jadi senjata mematikan

9. Sejarah direkayasa. Khawatir meledak maka apapun berbau Soekarno ditimbun. Tak jelas apa yang terjadi dan siapa yang bermain di Sep ’65

10. Putar balik sejarah masuk kelas. Fakta disiasahi dan serba politik. Dampaknya lahir sebagian generasi yang tak paham kebangsaan

11. Generasi ini dibiarkan tumbuh dengan jiwa kosong. Malah dirawat dari satu kebohongan ke kebohongan yang lain | #BenarkahMerdeka?

12. Kritik dianggap musuh pembangunan. Orang terbaik negeri ini pun jadi pesakitan. Bertahun-tahun mereka terlanjur dipersona-non-gratakan

13. Petisi 50 contoh terhebat yang diberangus. Padahal mereka orang hebat, terbukti integritas dan kredibilitasnya, serta punya kekuatan

14. Dampaknya akut. Dari Sabang sampai Merauke terkontrol. Bukan hanya dinding bertelinga, dengung nyamuk pun sampai ke meja-meja penguasa

15. Kontrol baik, tapi matikan bottom up. Inisiatif, kreativitas terpasung. Tetap ikhtiar tapi gemetar ketakutan. Sedikit kena SARA, kiamat

16. Pembangunan top down membuncah-buncah. Segala model kredit disalurkan pada rakyat. Tapi nyaris tak berbekas satu kredit pun

17. Gagasan serba kemitraan dilakukan. Ada pola bapak asuh. Yang ternyata sang bapak tetap minta lebih. Rakyat terus-terusan jadi obyek

18. Cita-cita welfare state jadi cuma indah diretorika. Gagasan baru dilontar. Dorong konglomerat sebagai lokomotif pembangunan

19. Hasilnya konglomerat bukan cuma beban malah hancurkan negeri. Mereka kemplang BLBI. Uangnya untuk buyback dan ditaruh di Singapura

20. Trickle down effect (TDE) disertakan dalam konglomerat. Yang terjadi trickle up effect (TUE). Tamak lahirkan keserakahan yang lebih buas

21. Inti TDE itu rembesannya bisa dinikmati UMK. Ternyata rembesannya ditampung oleh konglomerat dengan lahirkan anak perusahaan sendiri

22. Orba lahirkan pula pemburu rente anak-anak elitis negeri. Koruptor tidak diadili, tapi ditangani dengan politik. Yg ada jadinya kompromi

23. Semua serba “berpura-pura membangun”. Akhirnya Clifford Geerz menulis buku Theatre State. Negeri yang dijalankan dengan sandiwara

24. Berpuluh tahun berkuasa, akhirnya lahirkan musuh bersama. Orba motor pembangunan, seolah merangkap sekaligus jadi musuh negeri

25. Sebelum reformasi, semangat tumbangkan Orba mendengus-dengus di banyak hidung. Setelah tumbang, reformasi berjalan liar. Tanpa arah

26. Hari-hari omong kosong berlalu sudah. Menganukan masyarakat dan memasyarakatkan anu, tak lagi terpampang

27. BJ Habibie yg jadi anak emas Soeharto, terpaksa diterima jadi presiden. Sebagian elitis benci. Why? Karena dia berupaya jadi muslim taat

28. Cuma 2 tahun, rupiah yang remuk berangsur pulih. Dari Rp 16 ribuan per US$ 1, akhirnya tinggal Rp 6 ribuan | #BenarkahMerdeka?

29. Indonesia mulai pulih. Tapi sebagian elit tetap tak terima. Maka Habibie yg mulai angkat bangsa ini, tetap ditolak pertanggungjawabannya

30. Kini ekonomi, kekuasaan, dan politik berkelindan. Siasahi kehidupan bangsa. Cilakanya itu kebijakan segelintir orang bangsa sendiri

31. Dulu pedagang penimbun barang dianggap pengkhianat. Kini yang bisa undang investor dianggap pahlawan bangsa | #BenarkahMerdeka?

32. Jasa Soekarno jelas sekali bagi bangsa ini. Salah satu founding fathers terpenting. Juga jadi pembaca teks proklamasi | #BenarkahMerdeka

33. Namun negeri ini ragu akui Soekarno sebagai pahlawan. Nama jalan Soekarno tak dijumpa. Nama bandara pun bersama Hatta | #BenarkahMerdeka

34. Di saat bersamaan, negeri ini kini obral anugerah. Tak jelas prestasinya dapat tanda jasa. Sungguh sandiwara kita telah sempurna

35. Maka slogan “aku bangga jadi orang Indonesia”, betul seperti telah diubah oleh Taufik Ismail: “Aku malu jadi orang Indonesia” …

Tags:

Category: Inspirasi

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *