Bangun Keluarga

| April 20, 2015 | 0 Comments


membangun keluargaBawaan Senin pagi, mentari tampak enggan menampakkan diri. Semoga kita tak terus terlelap. Tugas menumpuk di depan mata | #BangunKeluarga

1. #BangunKeluarga tampaknya mudah. Sesiapa yang sudah dewasa seolah tinggal melangkah buat berkeluarga. Benarkah begitu? #CharacterBuilding

2. Itulah soalnya. Malah dengan alasan yang amat sederhana pula. Daripada terjerumus zina, lebih baik menikahlah |#BangunKeluarga

3. Nah, dengan alasan begini, soalnya bukan lagi dewasa. Ini bicara akil baliq, nafsu, serta pengendalian syahwat |#BangunKeluarga

4. Nafsu itu sesuatu yang tak bisa dihilangkan. Nafsu hanya bisa dikendalikan. Lelaki suka wanita. Wanita suka laki-laki | #BangunKeluarga

5. Karena itu harus dicegah terjadinya perbuatan tercela. Tapi apakah solusinya langsung harus segera berkeluarga?#BangunKeluarga

6. Soal berkeluarga sebaiknya sebelum nikah siapkan dulu dengan ilmu. Sebelum didik isteri, sudah didik diri sendiri dulu?#BangunKeluarga

7. Sebelum didik anak-anak, pun suami isteri harus pula sudah didik diri. Tak cukup hanya siapkan uang dan tempat tinggal saja

8. Hati-hati. Kekeliruan keluarga biasanya dimulai dari awal pernikahan. Islam tak dijadikan landasan. Tak ada cita-cita syiar Islam

9. Berkeluarga bisa sekadar salurkan syahwat. Atau ikuti tradisi. Atau karena dijodohkan orang tua. Atau karena sebab lain | #BangunKeluarga

10. Alasan berkeluarga sebaiknya tidak hanya karena alasan syahwat semata. Jika cuma itu, keluarga siapapun bakal berada di ujung tanduk

11. Sebab banyak hal yang harus diatur dalam keluarga. Syahwat cuma satu bagian dari seluruh persoalan keluarga |#BangunKeluarga

12. Maka tujuan berkeluarga, sesungguhnya untuk sujud berjamaah. Untuk membangun tamadun/peradaban secara berjamaah | #CharacterBuilding

13. Pernikahan sekarang ini banyak yang tak bawa cita-cita Islam, tak dihubungkan dengan perjuangan Islam, dan tak ada keinginan berdakwah

14. Inti membangun keluarga tak dikaitkan dengan tujuan-tujuan Islam jangka panjang | #BangunKeluarga#CharacterBuilding

15. Pernikahan kini dengan tujuan kecil, remeh-temeh. Sekadar nafsu, tak ingin kesepian, perlu hiburan, serta untuk teruskan garis keturunan

16. Yang wanita hanya cari sandaran. Yang lelaki hendak cari ahli waris ketika mati. Perlu ada yang urus rumah, makan minum, dan jika sakit

17. Ketika nikah diadakan kenduri besar-besaran. Diantar rombongan besar. Siang malam bak raja. Hadiah mewah sangat. Di hotel berbintang

18. Tamu ribuan. Gengsi pun terjaga. Usai nikah, lanjut dengan bulan madu. Bahkan dengan liputan media, nikah wisata melancong ke LN

19. Padahal tujuan nikah begitu amat kecil. Sekadar penuhi tuntutan masyarakat. Menjaga rasa malu karena orang tua adalah warga terpandang

20. Kekeliruan pertama memang ada dalam diri kita. Apakah ada api Islam di dalam diri? Jika tidak, berbenahlah. Jangan mati tanpa api Islam

21. Ke-2 memilih pasangan hidup pun bukan untuk hidupkan perjuangan Islam. Jadi bagaimana keluarga hendak terpancar sujudnya?

22. Ke-3 anak-anak terlahir pun akhirnya tak dididik secara Islam. Maka bagaimana bakal lahir keluarga yang Islami. Meski beragama Islam

23. Saat Islam tak tegak di keluarga, tentu tak akan tegak pula indahnya Islam di masyarakat. Akhirnya bangsa negara jauh dari marwah Islam

24. Maka memilih pasangan yang tepat adalah seiman. Jika tidak bakal susahkan dua belah pihak. Yang disini ingin ini. Yang disana ingin itu

25. Berpadunya dua insan Islami, akan terbimbing Islami. Keluarga dalam koridor Islam. Punya anak sudah pasti dididik Islami pula

26. Tiap pasangan harus saling menghibur, saling menolong, dan saling mengisi. Ini semua kebajikan. Sudah halal, thayib pun diperhatikan

27. Anak-anak yang lahir mesti dibimbing dan dikenalkan Islam. Yang pertama kali dikenalkan adalah perkara tauhid |#BangunKeluarga

28. Dengan tauhid kuat, otomatis anak terjaga dari perbuatan tercela. Siapa anyg takut pada Tuhan, dia tak akan lakukan perbuatan keliru

29. Iman tumbuh di jiwa anak-anak. Dengan iman, taqwa pun akan lebih terarah. Hasilnya tentu ahlak yg baik bagi anak-anak | #BangunKeluarga

30. Selepas kita mati, anak-anak akan lanjutkan sujud dan bangun tamadun. Keluarga dan anak jadi aset. Lahir cucu cicit yang menjaga dakwah

31. Keluarga Islami memang hidup dengan keindahan. Bisa memberi cahaya. Setidaknya keluarga itu terjaga dari perbuatan tercela

32. Tegakkan keluarga Islami bukan penghuninya yang cuma punya KTP muslim. Ruh Islam-lah yang musti dihidup-hidupkan | #BangunKeluarga

Tags:

Category: Karakter

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *