Bangsa Yang Rusak

| April 25, 2015 | 0 Comments


bangsa yang rusakPagi indah sekali. Mentari berseri-seri. Burung-burung bernyanyi. Ayo jalani hari dengan senang hati | #BangsaYangRusak#CharacterBuilding

1. Tentu mudah tangani rakyat yang dalam hal ini orang per orang lakukan kekeliruan. Sebab rakyat tidak punya kuasa dan jabatan

2. Karena mudah ditangani, sejak awal kerusakan dari orang yang tak punya kuasa tentu mudah dideteksi dan dipadamkan | #BangsaYangRusak

3. Namun tangani pejabat yang lakukan kekeliruan, ini bab yang tak mudah. Sebab dia punya kuasa dan kedudukan |#BangsaYangRusak

4. Karena sulit ditangani, kerusakan yang ditimbulkan orang yang punya kuasa amat tidak mudah. Tingkat rusaknya juga bisa luas dan dalam

5. Maka siapa yang lebih banyak merusak tatanan kehidupan bangsa? Itulah orang-orang yang punya kuasa tapi tak amanah, tak bertanggung jawab

6. Andai bersalah tak dihukum, itu jadi perusak moral bangsa. Bahkan malah naik pangkat, dapat promosi dan jabatan baru. Terjadi demotivasi

7. Ini jadi contoh buruk. Timbulkan rasa frustrasi pada bangsa. Dampaknya moral bangsa pun ikut jadi rusak |#BangsaYangRusak

8. Satu bangsa yang sudah rusak jiwanya, nafsu serakahnya tak lagi dapat dikawal. Dalam kondisi begini bukan hal mudah memperbaikinya

9. Jiwa yang sudah rusak akan merusak apapun. Ilmu disalah guna. Kecerdikan dijadikan jerat, perangkap dan tipuan |#BangsaYangRusak

10. Jabatan dan kuasa disimpangkan. Pangkat yang diberi jadi ajang perniagaan cari kekayaan. Posisi dan kedudukan jadi ladang cari harta

11. Setiap amanah yang diberikan dianggap ghanimah. Maka dia akan buat dan lakukan apa saja untuk raup kekayaan | #BangsaYangRusak

12. Bersama-sama dengan yang lain kuasa pun disalah gunakan. Jangkauan jadi lebih kuat, lebih luas, dan lebih ganas lagi | #BangsaYangRusak

13. Jika itu korbankan orang lain tak lagi terpikir. Jika tenggelamkan bangsa, mereka tak yakin bahwa daya rusaknya seperti itu

14. Dalam pikiran dan jiwa yang rusak, yang diambil tak seberapa dengan kaya rayanya negeri. Pikirnya dia cuma ambil sedikit

15. Dalam benak jiwa yang rusak, jabatan yang sesaat musti digunakan sebaik-baiknya cari kekayaan. Besok pensiun harta bisa jadi pengaman

16. Dalam kondisi ini, hidup masyarakat kisruh. Harmoni rusak. Hidup bagai hewan. Yang kuat tindas yg lemah. Yg kuasa minta total fasilitas

17. Curiga-mencurigai satu sama lain silih berganti. Su’udz dzon marak. Sulit sekali mencari orang yang bisa dipercaya kata dan sikapnya

18. Percaya mempercayai sudah tak ada. Berada di tengah pertemuan serasa asing. Duduk sendiri terasa bimbang |#BangsaYangRusak

19. Duduk di tengah masyarakat pun jadi terpaksa. Karena ada keperluan. Begitu kampanye yakin sekali karena membawa hadiah dan janji

20. Bergaul sesama manusia macam bergaul dengan binatang buas. Senantiasa saling curiga, waspada dan berjaga-jaga | #BangsaYangRusak

21. Apa yang dikatakan berbeda dengan apa yang dilakukan. Apa yang dilakukan jelas-jelas keliru, tapi bisa lenggang-kangkung ke sana-sini

22. Jelas-jelas ambil harta negara. Tetapi bisa melancong ke kampung tanpa rasa bersalah. Pergi ke luar negeri tanpa diperiksa

23. Jika tertangkap dan diadili, agaknya pengadilan jadi tempat sandiwara. Seolah-olah tegakkan hukum, padahal keadilan diinjak-injak

24. Divonis sekian tahun, tapi di balik jeruji fasilitas lengkap. Bisa jalan-jalan. Bahkan menonton pertandingan olah raga di luar negeri

25. Lantas tanpa diketahui orang banyak, dirinya sudah bebas. Meski masa penahanan masih sekian tahun |#BangsaYangRusak #CharacterBuilding

26. #BangsaYangRusak moralnya tak kagok melihat sesuatu yang rusak tapi jadi pemandangan sehari-hari |#CharacterBuilding

27. #BangsaYangRusak moralnya terperangkap dalam ketakutan. Dimana-mana selalu saja dijumpai kekacauan dan kekisruhan | #CharacterBuilding

28. Kerumunan sepanjang mata memandang. Pemuda bergerombol jadi pengganggu karena duduk berjam-jam di mulut gang, di persimpangan

29. Muncul geng-geng. Dari motor sekelas di bawah 100 cc hingga motor ribuan cc. Dari mobil rakyat hingga mobil yang harganya puluhan miliar

30. Pejabat juga tak lagi malu. Gaji yang katanya tak sampai Rp 10 juta, tapi punya sejumlah rumah miliaran, apartemen, kebun dan toko

31. Wajah mereka tetap sumringah, bibir merekah senyum, pakaian necis perlente, mobil keren. Entah apa yang di hati mereka. Itu kan curian

32. Bahkan sesama mereka saling berkunjung. Ahad kemarin kumpul di vila si A, minggu besok di bungalo si C, akhir bulan reuni ke luar negeri

33. Di luar negeri mereka pelesiran di tempat-tempat ternama, cicipi kuliner istimewa, tidur di hotel berkelas, sambil berfoto sana-sini

34. Balik ke negeri bawa oleh-oleh bertas-tad. Padahal oleh-oleh yang bulan lalu, dibuka pun belum bungkusnya. Kini sudah bertambah lagi

35. Di pesawat, pramugari tersenyum siap melayani. Kagum penumpang bisnisnya yang pejabat terkenal. Tak peduli penumpangnya adalah pencuri

36. Di bandara sudah menunggu penjemput. Semua penjemput tersenyum sumringah. Mereka tak peduli majikan musuh negara | #BangsaYangRusak

37. #BangsaYangRusak moralnya jadi ‘setali tiga uang’. Semua sama, merusak tatanan. Rakyat bawah tak disiplin. Yang atas perompak terhormat

Tags:

Category: Karakter

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *